Jumat, 07 Maret 2014

postingan pertama


TERJEMAH KITAB SAFINATUN NAJAH
SAFINAH AN-NAJAH
KARANGAN SYAIKH SALIM BIN SAMIR
HADROMI
MADZHAB SYAFI’I

Pembuka Bismillaahirrohmaanirrohiim
 Alhamdulillaahi Robbil‘Aalamin. Wabihii Nasta’iinu‘Alaa Umuuriddunyaa
 Waddiini. Washollallaahu‘Alaa Sayyidinaa Muhammadin Khootamannabiyyiina Wa
 Aalihii Washohbihii Ajma’iina. Walaa Hawla Walaa Quwwata Illaa  Billaahil’aliyyil‘Azhiim.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang.
 Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam. Dan dengannya kami mohon
 pertolongan atas segala urusan dunia dan agama. Dan Allah bersholawat atas
 junjungan kita Muhammad penutup para Nabi dan atas keluarganya dan sahabatnya
 semua. Dan tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi Maha Agung.
Rukun Islam Arkaanul Islaami Khomsatun :
 Syahaadatu An Laa Ilaaha Illallaahu Wa Annna Muhammadan Rosuulullaahi, Wa Iqoomushsholaati, Wa Iitaauzzakaati, Wa Shoumu Romadhoona, Wa Hijjul Baiti Man Istathoo’a Ilaihi Sabiilan .
Rukun-rukun Islam yaitu 5:
Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad utusan Allah, dan Mendirikan Sholat, danMemberikan Zakat, dan Puasa Bulan Romadhon, dan Pergi Haji bagi yg mampu Ke padanya berjalan.
Rukun ImanArkaanul Iimaani Sittatun :
 An Tu’mina Billaahi, Wa Malaaikatihii, Wa Kutubihii, Wa
 Rusulihii, Walyaumil Aakhiri, Wabilqodari Khoyrihi Wasyarrihi Minalaahi Ta’aalaa.
Rukun-rukun Iman yaitu 6:
 Bahwa engkau beriman dengan Allah , dan para Malaikatnya, dan kitab-kitabnya, dan para Rosulnya, dan hari akhir, dan taqdir baiknya dan taqdir buruknya dari Allah Ta’ala.
Syahadat Wama’naa Laa Ilaaha Illallaahu Laa Ma’buda Bihaqqin Fil Wujuudi Illallaahu.
Dan makna kalimat La Ilaha Illallahu yaitu tidak ada yg disembah dengan sebenar-benarnya pada keadaan kecuali Allah .
Tanda-tanda Baligh
‘Alaamaatul Buluughi Tsalaatsun: Tamaamu Khomsa‘Asyaro
 Sanatan Fidzdzakari Wal Untsaa, Wal Ihtilaamu Fidzdzakari Wal Untsaa Litis’i
 Siniina, Wal Haidhu Fil Untsaa Litis’i Siniina.
Tanda-tanda Baligh yaitu 3: Sempurna umurnya 15 tahun pada
 laki-laki dan perempuan, dan mimpi pada laki-laki dan perempuan bagi umur 9
 tahun, dan dapat haid pada perempuan bagi umur 9 tahun.
Syarat Istinja
Syuruuthul Istinjaai Bilhajari Tsamaaniyatun:
An Yakuuna Bitsalaatsati Ahjaarin, Wa An Yunqiya Al-Mahalla, Wa An Laa Yajiffa An Najisu, Walaa Yantaqila, Walaa Yathroa‘Alaihi Aakhoru, Walaa Yujaawiza Shofhatahu
 Wahasyafatahu, Walaa Yushiibahu Maaun, Wa An Laa Takuuna Al-Ahjaaru Thoohirotan.
Syarat-syarat Istinja dengan batu yaitu 8:
 Bahwa adalah orang yg berisitinja itu dengan 3 batu, dan bahwa ia membersihkan tempat
 keluarnya najis, dan bahwa tidak kering najisnya itu, dan tidak berpindah
 najisnya itu, dan tidak datang atasnya oleh najis yg lain, dan jangan
 melampaui najisnya itu akan shofhahnya dan hasyafahnya, dan jangan mengenai
 najis itu akan ia oleh air, dan bahwa adalah batunya itu suci.
Fardhu Wudhu
Furuudh Al-Wudhuui Sittatun : Al-Awwalu Anniyyatu,Ats-Tsaani Ghoslu Al-Wajhi, Ats-Tsaalitsu Ghoslu Al-Yadaini Ma’a Al-Mirfaqoini, Ar-Roobi’u Mashu Syaiin Min Ar-Ro’si, Al-Khoomisu Ghoslu Ar-Rijlaini Ilaa Al-Ka’baini, As-Saadisu At-Tartiibu.
Fardhu-fardhu Wudhu yaitu 6:
Yang pertama Niat , yg kedua membasuh wajah, yg ketiga membasuh 2 tangan beserta 2 sikut, yg keempat menyapu sebagian dari kepala, yg kelima membasuh 2 kaki sampai 2 mata kaki, yg keenam tertib.
Niat
 Dalam Wudhu Wanniyyatu Qoshdu Asy-Syaii Muqtarinan Bifi’lihi. Wa
 Mahalluhaa Al-Qolbu. Wattalaffuzhu Bihaa Sunnatun. Wa Waqtuhaa‘Inda Ghosli
 Awwali Juz’in Minal wajhi . Wattartiibu An Laa Tuqoddima ‘Udhwan ‘Alaa ‘Udhwin.
Dan niat yaitu memaksudkan sesuatau berbarengan dengan perbuatannya. Dan tempat niat
 adalah hati. Dan melafazkan dengannya adalah sunah. Dan waktunya ketika membasuh awal bagian daripada wajah. Dan tertib yaitu bahwa tidak didahului satu anggota atasa anggota yg lain.
Air
 Untuk Bersuci Walmaau Qoliilun Wa Katsiirun. Al-Qoliilu Maa Duunal Qullataini. Walkatsiiru Qullataani Fa Aktsaru Dan air itu yaitu sedikit dan banyak. Yang sedikit adalah
 air yg kurang dari 2 kullah. Dan yang banyak yaitu 2 kullah atau lebih.
2 Kullah bila diukur dengan liter yaitu 216 liter kurang lebia, bila diukur wadahnya yaitu 60 cm X 60 cm x 60 cm. Air yg kurang dari 2 kullah menjadi musta’mal bila terciprat air bekas bersuci yaitu bila terciprat air basuhan yg pertama karna basuhan yg pertamalah yg wajib. Adapun bila air itu  kurang dari 2 kullah maka lebih baik dicedok dengan gayung jangan dikobok .
 Demikianlah jawaban kami , semoga Anda dapat memahaminya . Wallahu Yahdi Ila
 Sawaissabil.
Al-Qoliilu Yatanajjasu Biwuquu’innajaasati Fiihi Wain Lam
 Yataghoyyar. Dan air yg sedikit menjadi najis ia dengan kejatuhan najis
 padanya walaupun tidak berubah rasa, warna, dan baunya.
Walkatsiiru Laa Yatanajjasu Illaa Idzaa Taghoyyaro
 Tho’muhu, Aw Lawnuhu, Aw Riihuhu. Dan air yg banyak tidaklah ia menjadi najis kecuali jika berubah rasa, atau warnanya,atau baunya.
 Mandi Wajib
Muujibaatul Ghusli Sittatun: Iilaajul Hasyafati Fil Farji, Wakhuruujul Maniyyi, Wal Haidhu, Wannifaasu, Wal Wilaadatu, Wal Mautu.
Segala yg mewajibkan mandi yaitu 6:
Memasukkan Hasyafahpada Farji, dan keluar mani, dan haid, dan nifas, dan wiladah, dan mati.
 Furuudhul Ghusli Itsnaani : Anniyyatu , Wata’miimul Badani Bil Maa’i . Fardhu-fardhu mandi yaitu 2 : Niat , dan meratakan badandengan air .

Wudhu
Syuruuthul Wudhuui ‘Asyarotun : Al-Islamu , Wattamyiizu ,
 Wannaqoou ‘Anil Haidhi Wannifaasi Wa’an Maa Yamna’u Wushuulal Maai Ilal
 Basyaroti , Wa An Laa Yakuuna ‘Alal ‘Udhwi Maa Yughoyyirul Maa-a , Wal’ilmu
 Bifardhiyyatihi , Wa An Laa Ya’taqida Fardhon Min Furuudhihi Sunnatan , Wal
 Maau Ath-Thohuuru , Wadukhuulul Waqti , Wal Muwaalatu Lidaaimil Hadatsi .
Syarat-syarat Wudhu yaitu 10 : Islam ,Tamyiz , dan suci
 dari haid dan nifas dan dari sesuatu yg mencegah sampainya air kepada kulit ,
 dan bahwa tidak ada atas anggota oleh sesuatu yg mengubah air , dan mengetahui
 dengan segala fardhunya , dan bahwa ia tidak mengi’tiqodkan akan fardhu daripada
 fardhu-fardhunya sebagai sunat , dan air yg suci , dan masuk waktu , dan
 berturut-turut bagi orang yg senantiasa berhadas .

Nawaaqidul Wudhuui Arba’atu Asyyaa-a : Al-Awwalu
 Al-Khooriju Min Ihdassabilaini Minal Qubuli Wadduuri Riihun Aw Ghoyruhu Illal
 Maniyya , Ats-Tsaani Zawaalul ‘Aqli Binaumin Aw Ghoyrihi Illaa Nauma Qoo’idin
 Mumakkanin Maq’adahu Minal Ardhi , Ats-Tsaalitsu Iltiqoou Basyarotai Rojulin
 Wamroatin Kabiiroini Ajnabiyyaini Min Ghoyri Haailin , Ar-Roobi’u Massu Qubulil
 Aadamiyyi Aw Halqoti Duburihi Bibathnil Kaffi Aw Buthuunil Ashoobi’i .

Segala yg membatalkan wudhu yaitu 4 perkara : Yang pertama
 yang keluar daripada salah satu dari 2 jalan daripada kubul dan dubur angin
 atau selainnya kecuali air mani , yg kedua hilang akal dengan sebab tidur atau
 selainnya kecuali tidurnya orang yg duduk yg menetapkan punggungnya daripada
 bumi , yg ketiga bertemunya 2 kulit laki-laki dan perempuan besar keduanya
 orang lain keduanya dari tanpa dinding , yg keempat menyentuh kubul manusia
 atau bulatan duburnya dengan telapak tangan atau perut jari-jari

Larangan Bagi Orang yang
 Batal Wudhu, Junub, Haid
Man Intaqodho wudhuu-uhu Haruma ‘Alaihi ‘Arba’atu Asyyaaa
 : Ash-Sholaatu , Wath-Thowaafu , Wamassul Mush-hafi , Wahamluhu .
Orang yg
 batal wudhunya haram atasnya 4 perkara : Sholat , dan Thowaf , dan menyentuh
 AlQur-an , dan membawanya .

Wayahrumu ‘Alal
 Junubi Sittatu Asyyaa-a : Ash-Sholaatu , Wath-Thowaafu , Wamassul Mush-hafi ,
 Wahamluhu , Wallubtsu Fil Masjidi , Waqirooatul Qur-aani Biqoshdil Qur-aani .
Dan haram atas orang yg junub 6 perkara
 : Sholat , dan Thowaf , dan menyentuh Al-Quran , dan membawanya , dan berdiam
 diri di Masjid , dan membaca AlQur-an dengan maksud baca AlQur-an

Wayahrumu
 Bilhaidhi ‘Asyarotu Asyyaa-a : Ash-Sholaatu , Wath-Thowaafu , Wamassul
 Mush-hafi , Wahamluhu , Wallubtsu Fil Masjidi , Waqirooatul Qur-aani Biqoshdil
 Qur-aani , Wash-Shoumu , Wath-Tholaaqu , Walmuruuru Fil Masjidi In Khoofat
 Talwiitsahu , Wal Istimnaa’u Bimaa Bainassurroti Warrukbati
Dan haram dengan sebab haid 10 perkara : Sholat , dan
 Thowaf , dan menyentuh AlQur-an , dan membawanya , dan berdiam diri di Masjid ,
 dan membaca AlQur-an dengan qoshod Qur-an , dan puasa , dan talak , dan
 berjalan di dalam Masjid jika ia takut menyamarkannya , dan bersedap-sedap
 dengan sesuatu yg antara pusat dan lutut

Asbaabuttayammumi
 Tsalaatsatun : Faqdul Maa-i , Walmarodhu , Wal Ihtiyaaju Ilaihi Li’athosyi
 Hayawaanin Muhtaromin .
Tayamum
 Sebab-sebab tayammum yaitu 3 : Ketiadaan air , dan sakit , dan berhajat
 kepadanya untuk minum binatang yg dihormati .

Waghoyrul
 Muhtaromi Sittatun : Taarikush-Sholaati , Wazzaanil Muhshonu , Walmurtaddu ,
 Walkaafirul Harbiyyu , Walkalbul ‘Aquuru , Walkhinziiru .
Dan selain yg dihormati yaitu 6 : Orang yg meninggalkan
 sholat , dan pezina muhshon , dan orang yg murtad , dan kafir harbi , dan
 anjing galak , dan babi .

Syuruuthu
 At-Tayammumi ‘Asyarotun : An Yakuuna Bituroobin , Wa An Yakuunatturoobu
 Thoohiron , Wa An Laa Yakuuna Musta’malan , Wa An Laa Yukhoolithuhu Daqiiqun
 Wanahwuhu , Wa An Yaqshidahu , Wa An Yamsaha Wajhahu Wayadaihi Bidorbataini ,
 Wa An Yuziilannajaasata Awwalan , Wa An Yajtahida Fil Qiblati Qoblahu , Wa An
 Yakuunattayammumu Ba’da Dukhuulil Waqti , Wa An Yatayammama Likulli Fardhin .

Syarat-syarat tayammum yaitu 10 : Bahwa adalah ia
 bertayammum dengan debu , dan bahwa adalah debunya itu suci , dan bahwa tidak
 adalah debunya itu musta’mal , dan bahwa tidak bercampur debunya itu oleh
 tepung , dan bahwa ia sengaja bertayammum , dan bahwa ia menyapu mukanya dan
 dua tangannya dengan 2 kali , dan bahwa ia menghilangkan najis pada
 permulaannya , dan bahwa ia berijtihad pada kiblat sebelumnya tayammum , dan
 bahwa adalah tayammumnya itu setelah masuk

Furuudhuttayammumi
 Khomsatun : Al-Awwalu Naqlutturoobi , Ats-Tsaani Anniyyatu , Ats-Tsaalitsu
 Mashul Wajhi , Ar-Roobi’u Mashul Yadaini Ilal Mirfaqoini Al-Khoomisu
 At-Tartiibu Bainal Mashataini .

Fardhu-fardhu tayammum yaitu 5 : Yang pertama memindahkan
 debu , yg kedua niat , yg ketiga menyapu wajah , yg keeempat menyapu 2 tangan
 sampai 2 sikut , yg kelima tertib diantara 2 sapuan .
 Mubthilaatuttayammumi
 Tsalatsatun : Maa Abtholal Wudhuu-a , Warriddatu , Watawahhumul Maa-i In
 Yatayammama Lifaqdihi .

Segala yg membatalkan tayammum yaitu 3 : Apa-apa yg
 membatalkan wudhu , dan murtad , dan menyangka ia akan ada air jika ia
 bertayammum karena ketiadaan air

Najis
Alladzii
 Yathhuru Minannajaasaati Tsalaatsatun : Al-Khomru Idzaa Takhollalat Binafsiha ,
 Wajildul Maytati Idzaa Dubigho , Wa Maa Shooro Hayawaanan .

Yang suci daripada segala najis yaitu 3 : Khomr apabila
 jadi cuka dengan sendirinya , dan kulit bangkai apabila disamak , dan apa-apa
 yg jadi binatang .

Annajaasaatu
 Tsalaatsun : Mughollazhotun
 ,
 Wa
 Mukhoffafatun
 ,
 Wa
 Mutawassithotun . Wal Mughollazhotu
 Najaasatul Kalbi Wal Khinzhiiri Wafar’i Ahadihima . Wal Mukhoffafatu
 Baulushshobiyyi Alladzii Lam Yath’am Ghoyrollabani Walam Yablughil Haulaini .
 wal Mutawassithotu Saairunnajaasaati
 .
Segala najis yaitu 3 : Najis berat , dan najis ringan ,
 dan najis sedang . Dan najis berat yaitu najis anjing dan babi dan anak-anak
 dari salah satu keduanya . Dan najis ringan yaitu kencing anak kecil yang tidak
 makan selain air susu dan belum sampai umurnya 2 tahun . Dan najis sedang yaitu
 semua najis .

Al-Mughollazhotu
 Tathhuru Bighoslihaa Sab’an Ba’da Izaalati ‘Ainihaa Ihdaahunna Bituroobin . Wal
 Mukhoffafatu Tathhuru Birosysyil Maa-i ‘Alaihaa Ma’al Gholabati Waizaalati
 ‘Ainihaa .
Najis Mughollazhoh atau berat suci ia dengan
 membasuhnya 7 kali sesudah menghilangkan dzatnya salah satunya dengan tanah .
 Dan najis Mukhoffafah atau ringan suci ia dengan memercikkan air diatasnya
 serta rata dan sudah hilang dzatnya


Wal
 Mutawassithotu Tanqosimu Ilaa Qismaini : ‘ Ainiyyatun
 Wa
 Hukmiyyatun . Al’Ainiyyatu
 Allatii Lahaa Launun Wa
 Riihun
 Wa
 Tho’mun Falaa Budda Min Izaalati Launihaa Wa
 Riihahaa
 Wa
 Tho’mihaa
 .
Dan najis Mutawassithoh atau najis sedang terbagi kepada 2
 bagian : ‘Ainiyyah dan Hukmiyyah . Adapun ‘ainiyyah yaitu sesuatu yg baginya ada
 warna dan bau dan rasa maka tidak boleh tidak dari menghilangkan warnanya dan
 baunya dan rasanya .

Wal Hukmiyyatu Allatii Laa Launa Walaa Riiha Walaa Tho’ma
 Kafaa Jaryul Maa-i ‘Alaihaa .
Dan
 najis hukmiyyah yaitu yg tidak ada warna dan tidak ada bau dan tidak ada rasa
 maka cukup mengalirkan air diatasnya .

Aqollul Haidhi Yaumun Wa Lailatun Wa Ghoolibuhu Sittun Aw
 Sab’un Wa Aktsaruhu Khomsata ‘Asyaro Yauman Bilayaaliihaa .

Sekurang-kurangnya haid yaitu 1 hari 1 malam dan biasanya
 6 atau 7 hari dan paling banyaknya 15 hari dan malamnya .

Wa Aqolluth-Thuhri Bainal Haidhotaini Khomsata ‘Asyaro
 Yauman Walaa Hadda Liaktsarihi .

Dan sekurang-kurangnya suci antara 2 haid yaitu 15 hari
 dan tidak ada batas untuk banyaknya .

Aqollun-Nifaasi Majjatun Wa Ghoolibuhu Arba’uuna Yauman
 Wa Aktsaruhu Sittuuna Yauman .

Sekurang-kurangnya nifas yaitu sekali meludah dan biasanya
 40 hari dan paling banyaknya 60 hari

A’dzaarush-Sholaati Itsnaani : An-Naumu Wannisyaanu
Udzur-udzurnya sholat yaitu 2 : Tidur dan lupa

 Syarat
 Sholat
Syuruuthush-Sholaati Tsamaaniyyatun : Ath-Thohaarotu
 ‘Anil Hadatsaini Al-Ashghori Wal Akbari , Wath-Thohaarotu ‘Aninnajaasati
 Fits-tsaubi Walbadani Wal Makaani , Wasatrul ‘Auroti , Wastiqbaalul Qiblati ,
 Wadukhuulul Waqti , Wal’ilmu Bifardhiyyatihaa , Wa An Laa Ya’taqida Fardhon Min
 Furuudhihaa Sunnatan , wajtinaabul Mubathilaati .
Syarat-syarat
 sholat yaitu 8 : Suci dari 2 hadas yakni hadas kecil dan hadas besar , dan suci
 dari segala najis pada pakaian dan badan dan tempat , dan menutup aurat , dan
 menghadap kiblat , dan masuk waktu , dan mengetahui dengan fardhu-fardhunya ,
 dan bahwa jangan ia beri’tiqod akan yg fardhu daripada fardhu-fardhu sholat
 akan sunah , dan meninggalkan segala yg membatalkan sholat .

Al-Ahdatsu Itsnani : Ashghoru Wa Akbaru , Al-Ashghoru Maa
 Awjabal Wudhuua Wal Akbaru Maa Awjabal Ghosla .

Hadas itu terbagi 2 : Hadas kecil dan hadas besar , hadas
 kecil yaitu apa-apa yg mewajibkan wudhu sedangkan hadas besar yaitu apa-apa yg
 mewajibkan mandi

Aurat
Al-’Aurootu Arba’un : ‘Auroturrojuli Muthlaqon Wal Amati
 Fishsholaati Maa Bainassurroti Warrukbati , Wa ‘Aurotul Hurroti Fishsholaati
 Jamii’u Badanihaa Maa Siwal wajhi Wal Kaffaini Wa ‘Aurotul Hurroti Wal Amati
 ‘Indal Ajaanibi Jamii’ul Badani Wa ‘Inda Mahaarimihaa Wannisaai Maa
 Bainassurroti Warrukbati .

Segala aurat itu terbagi 4 : Aurat laki-laki di dalam dan
 di luar sholat dan budak perempuan secara mutlak di dalam sholat yaitu apa-apa
 yg diantara pusar dan lutut , dan aurat perempuan yg merdeka di dalam sholat
 yaitu seluruh badannya selain wajah dan 2 telapak tangan , dan aurat perempuan
 yg merdeka dan budak perempuan
disisi orang yg asing yaitu seluruh badan dan disisi
 mahromnya dan sekalian perempuan yaitu apa-apa yg diantara pusar dan lutut .

Rukun
 Solat
Arkaanushsholaati Sab’ata ‘Asyaro : Al-Awwalu Anniyyatu ,
 Ats-Tsaani Takbiirotul Ihroomi , Ats-Tsaalitsu Al-Qiyaamu ‘Alal Qoodiri ,
 Ar-Roobi’u Qirooatul Faatihati , Al-Khoomisu Ar-Rukuu’u , As-Saadisu
 Aththuma’niinatu Fiihi , As-Saabi’u Al-’Itidaalu , Ats-Tsaaminu
 Aththuma’niinatu Fiihi , At-Taasi’u Assujuudu Marrotaini , Al-’Aasyiru
 Aththuma’niinatu Fiihi , Al-Haadi ‘Asyaro Aljuluusu Bainassajadataini ,
Ats-Tsaani ‘Asyaro Aththuma’niinatu Fiihi Ats-Tsaalitsu
 ‘Asyaro Attasyahhudul Akhiiru , Ar-Roobi’u ‘Asyaro Alqu’uudu Fiihi ,
 Al-Khoomisu ‘Asyaro Ashsholaatu ‘Alannabiyyi Shollallaahu ‘Alaihi Wasallama
 Fiihi , As-Saadisu ‘Asyaro Assalaamu , As-Saabi’u ‘Asyaro Attartiibu .

Rukun-rukun Sholat yaitu 17 : Yang pertama niat , yg kedua
 takbirotul ihrom , yg ketiga berdiri atas orang yg mampu , yg keempat membaca
 Fatihah , yg kelima ruku’ , yg keenam tuma’ninah di dalam ruku’ , yg ketujuh
 i’tidal , yg kedelapan tuma’ninah di dalam i’tidal , yg kesembilan sujud 2 kali
 , yg kesepuluh tuma’ninah di dalam sujud , yg kesebelas duduk antara 2 sujud ,
 yg kedua belas tuma’ninah di dalam duduk antara 2 sujud , yg ketiga belas
 tasyahhud akhir , yg keempat belas duduk di dalam tasyahhud akhir , yg kelima
 belas sholawat atas Nabi SAW , yg keenam belas salam , yg ketujuh belas tertib
 .

Anniyyatu
 Tsalaatsu Darojaatin , In Kaanatishsolaatu Fardhon Wajaba Qoshdul Fi’li
 Watta’yiinu Wal Fardhiyyatu , Wain Kaanat Naafilatan Muaqqotatan Aw Dzata
 Sababin Wajaba Qoshdul Fi’li Watta’yiinu , Wain Kaanat Naafilatan Muthlaqon Wajaba
 Qoshdul Fi’li Faqoth .

Niat itu 3 derajat , jika adalah sholat itu fardhu maka
 wajib Qoshdu Fi’il dan Ta’yin dan Fardhiyyah , dan jika adalah sholat itu sunah
 yg ditentukan waktunya atau memiliki sebab maka wajib Qoshdu Fi’il dan Ta’yin ,
 dan jika adalah sholat itu sunah mutlak maka wajib Qoshdu Fi’il saja .

Al-Fi’lu
 Usholli , Watta’yiinu Zhuhron Aw ‘Ashron , Wal Fardhiyyatu Fardhon .

Al-’Fi’lu yaitu kalimat Usholli , dan Ta’yin yaitu kalimat
 Zhuhur atau ‘Ashar , dan Fardhiyyah yaitu kalimat Fardhon .

Syuruuthu
 Takbiirotil Ihroomi Sittata ‘Asyaro : An Taqo’a Haalatal Qiyaami Fil Fardhi ,
 Wa An Takuuna Bil ‘Arobiyyati , Wa An Takuuna Bilafzhil Jalaalati Wabilafzhi
 Akbaru , Wattartiibu Bainallafzhoini , Wa An Laa Yamudda Hamzatal Jalaalati ,
 Wa ‘Adamu Maddi Baa-i Akbaru , Wa An Laa Yusyaddidal Baa-a , Wa An Laa Yaziida
 Waawan Saakinatan Aw Mutaharrikatan Bainal Kalimataini , Wa An Laa Yaziida
 Waawan Qoblal Jalaalati ,
Wa An Laa Yaqifa Baina Kalimataittakbiiri Waqfatan
 Thowiilatan Walaa Qoshiirotan , Wa An Yusmi’a Nafsahu Jamii’a Huruufiha
 Wadukhuulul Waqti Fil Muwaqqoti Wa Iiqoo’uhaa Haalal Istiqbaali , Wa An Laa
 Yukhilla Biharfin Min Huruufihaa , Wata’khiiru Takbiirotil Ma’muumi ‘An
 Takbiirotil Imaami .

Syarat-syarat takbirotul ihrom yaitu 16 : bahwa jatuhnya
 takbirotul ihrom pada ketika berdiri pada fardhu , dan bahwa takbirotul ihrom
 itu dengan bahasa Arab , dan bahwa takbirotul ihrom itu dengan lafaz Allah dan
 lafaz Akbar , dan tertib antara 2 lafaz , dan bahwa tidak memanjangkan huruf
 hamzah lafaz Allah , dan tidak memanjangkan huruf ba pada lafaz Akbar , dan
 bahwa tidak mentasydidkan huruf ba , dan bahwa tidak menambah huruf wawu yg
 mati atau yg berharokat antara2 kalimat , dan bahwa tidak menambah huruf wawu
 sebelum lafaz Allah , dan bahwa tidak berhenti antara 2 kalimat takbir dengan
 berhenti yg panjang , dan tidak pula yg pendek , dan bahwa ia mempedengarkan
 dirinya akan seluruh huruf-huruf Allahu Akbar , dan masuk waktu pada sholat yg
 ditentukan waktunya , dan menjatuhkan takbirotul ihrom ketika menghadap kiblat
 , dan bahwa mencampur dengan satu huruf daripada huruf-huruf takbir ,
 mengakhirkan takbir ma’mum daripada takbir imam .

Syuruuthul
 Faatihati ‘Asyarotun : Attartiibu , Wal-Muwaalatu , Wamuroo’atu Huruufihaa ,
 Wamuroo’atu Tasydiidaatihaa , Wa An Laa Yaskuta Saktatan Thowiilatan Walaa
 Qoshiirotan Yaqshidu Bihaa Qoth’al Qirooati , Wa’adamullahnil Mukhilla
 Bilma’naa , Wa An Takuuna Haalatal Qiyaami Fil Fardhi , Wa An Yusmi’a Nafsahul
 Qirooata , Wa An Laa Yatakhollalahaa Dzikrun Ajnabiyyun .
Syarat-syarat Fatihah yaitu 10 : Tertib , dan
 berturut-turut , dan memelihara segala hurufnya , dan memelihara segala
 tasydidnya , dan bahwa jangan ia (orang yg sholat) diam dengan diam yg panjang
 dan tidak pula yg pendek yg ia bermaksud dengannya memutuskan bacaan , dan
 tiada salah bacaan yg dengan merusakkan makna , dan bahwa dibaca Fatihah itu
 ketika berdiri , pada sholat Fardhu ,
dan bahwa ia memperdengarkan dirinya akan bacaan , dan
 bahwa tidak menyelangi akan Fatihah oleh dzikir yg lain .

Tasydiidaatul
 Faatihati Arba’a ‘Asyarota : Bismillaahi Fauqollaami , Robbal ‘Aalamiina Fauqol
 Baa-i , Arrohmaani Fauqorroo-i , Arrohiimi Fauqorroo-i , Maaliki Yaumiddiini
 Fauqoddaali , Iyyaaka Na’budu Fauqol Yaa-i , Waiyyaaka Nasta’iinu Fauqol Yaa-i
 , Ihdinashshiroothol Mustaqiima Fauqoshsoodi , Shirootolladziina Fauqollaami ,
 An’amta ‘Alaihim Ghoyril Maghdhuubi ‘Alaihim Waladhdhoolliina Fauqodhdhoodi
 Wallaami .
Segala tasydid Fatihah yaitu 14 : Lafazh Bismillah diatas
 huruf Lam , Lafazh Robbal ‘Aalamiina diatas huruf Ba , Lafazh Arrohmaani diatas
 huruf Ro , Lafazh Arrohiimi diatas huruf Ro , Lafazh Maaliki Yaumiddini diatas
 huruf Dal , Lafazh Iyyaaka Na’budu diatas huruf Ya , Lafazh Waiyyaaka
 Nasta’iinu diatas huruf Ya , Lafazh Ihdinashshiroothol Mustaqiima diatas huruf
 Shod , Lafazh Shirootholladziina diatas huruf Lam
Lafazh An’amta ‘Alaihim Ghoyril Maghdhuubi ‘Alaihim
 Waladhdhoolliina diatas huruf Dhod dan huruf Lam .

Yusannu Rof’ul
 Yadaini Fii Arba’ati Mawaadhi’a : ‘Inda Takbiirotil Ihroomi , Wa’indarrukuu’i ,
 Wa’indal I’tidaali , Wa’indal Qiyaami Minattasyahhudil Awwali

Disunahkan mengangkat tangan pada 4 tempat yaitu :
 Ketika Takbirotul Ihrom , dan ketika Ruku’ , dan ketika I’tidal , dan ketika
 bangun dari Tasyahhud yg pertama .

Syuruuthussujuudi
 Sab’atun : An Yasjuda ‘Alaa Sab’ati A’dhooin , Wa An Takuuna Jabhatuhu
 Maksyuufatan , Wattahaamulu Biro’sihi , Wa ‘Adamul Huwiyyi Lighoyrihi , Wa An
 Laa Yasjuda ‘Alaa Syain Yataharroku Biharokatihi , Wartifaa’u Asaafilihi ‘Alaa
 A’aaliihi , Waththuma’niinatu Fiihi , Wa An Yaquula Fii Sujuudihi "
 Subhaana Robbiyal A’laa Wabihamdihi " (Tsalaatsa Marrootin) .
Syarat-syarat sujud yaitu 7 : Bahwa ia sujud atas 7
 anggota , dan bahwa dahinya itu terbuka , dan memberatkan sedikit dengan
 kepalanya , dan tidak turun sujud karena lainnya , dan bahwa ia tidak sujud
 diatas sesuatu yg bergerak dengan geraknya , dan mengangkat anggota bawahnya
 atas anggota atasnya , dan tuma’ninah pada ketika sujud , dan sunah bahwa ia
 berkata pada sujudnya " Subhaana Robbiyal A’laa Wabihamdihi " (3
 kali) .

( Khootimatun )
 A’Dhooussujuudi Sab’atun : Al-Jabhatu , Wabuthuunul Kaffaini , Warrukbataini ,
 Wabuthuunul Ashoobi’irrijlaini .

( Penutup ) Anggota-anggota sujud yaitu 7 : Dahi , dan
 perut 2 telapak tangan , dan 2 dengkul , dan perut jari-jari 2 kaki .

Tasydiidaatuttasyahhudi
 Ihdaa Wa’isyruuna Khomsun Fii Akmalihi Wasittata ‘Asyaro Fii Aqollihi .
 Attahiyyaatu ‘Alattaa-i Walyaa-i , Walmubaarokatushsholawaatu ‘Alashshoodi ,
 Ath-Thoyyibaatu ‘Alaththoo-i walyaa-i , Lillaahi ‘Alaa Laamil Jalaalati ,
 Assalaamu ‘Alassiini , ‘Alaika Ayyuhannabiyyu ‘Alalyaa-i Wannuuni Walyaa-i ,
 Warohmatullaahi ‘Alaa Laamil Jalaalati , Wabarokaatuhu Assalaamu ‘Alassiini ,
 ‘Alainaa Wa’alaa ‘Ibaadillaahi
‘Alaa Laamil Jalaalati , Ash-Shoolihiina ‘Alashshoodi ,
 Asyhadu An Laa Ilaaha Illallaahu ‘Alaa Lam Alif Walaamil Jalaalati , Wa Asyhadu
 Anna ‘Alannuuni , Muhammadarrosuulullaahi ‘Alaa Mimi Muhammadin Wa ‘Alarroo-i
 Wa ‘Alaa Laamil Jalaalati .

Segala Tasydidnya Tasyahhud yaitu 21 , 5 pada yg paling
 sempurna dan 16 pada yg paling sedikitnya . Attahiyyatu diatas huruf Ta dan Ya
 , dan Mubaarkatushsholawaatu diatas huruf Shod , Ath-Thoyyibaatu diatas huruf
 Tho dan Ya , Lillaahi diatas huruf Lam Jalalah , Assalaamu diatas huruf Sin ,
 ‘Alaika Ayyuhannabiyyu diatas huruf Ya dan Nun dan Ya , Warohmatullaahi diatas
 huruf Lam Jalalah , Wabarokatuhu Assalaamu diatas huruf Sin ,
‘Alainaa Wa’alaa ‘Ibaadillaahi diatas huruf Lam Jalalah ,
 Ash-Shoolihiina diatas huruf Shod , Asyhadu An Laa Ilaaha Illallaahu diatas
 huruf Lam Alif dan Lam Jalalah , Wa Asyhadu Anna diatas huruf Nun ,
 Muhammadarrosuulullaahi diatas huruf Mim Muhammad dan diatas huruf Ro dan
 diatas huruf Lam jalalah .

Tasydiidaatu
 Aqollishsolaati ‘Alannabiyyi Shollallaahu ‘Alaihi wasallama Tsalaatsun :
 Allaahumma ‘Alallaami Wal Miimi , Sholli ‘Alallaami , ‘Alaa Muhammadin ‘Alal
 Miimi
Segala tasydid sekurang-kurangnya sholawat atas
 Nabi SAW yaitu 3 : Lafazh Allaahumma diatas Huruf Lam dan Huruf Mim , Lafazh
 Sholli diatas Huruf Lam , Lafazh ‘Ala Muhammadin diatas Huruf Mim

Aqollussalaami
 Assalaamu’alaikum . Tasydiidussalaami ‘Alassiini
Sekurang-kurangnya salam yaitu Assalaamu’alaikum .
 Tasydidnya salam yaitu diatas Huruf Sin .

Awqootushsholaati
 Khomsun : Awwalu Waqtizhzhuhri Zawaalusysyamsi Wa Aakhiruhu Mashiiru Zhilli Kulli
 Syaiin Mitslahu Ghoyro Zhillil Istiwaa-i , Wa Awwalu Waqtil ‘Ashri Idzaa Shooro
 Zhillu Kulli Syaiin Mitslahu Wazaada Qoliilan Wa Aakhiruhu Ghuruubusysyamsi ,
 Wa Awwalu Waqtil Maghribi Ghuruubusysyamsi Wa Aakhiruhu Ghuruubusysyafaqil
 Ahmari , Wa Awwalu Waqtil ‘Isyaa-i Ghuruubusysyafaqil Ahmari Wa Aakhiruhu
 Thuluu’ul Fajrishsoodiqi , Wa Awwalu Waqtishshubhi Thuluu’ul Fajrishshoodiqi Wa
 Aakhiruhu Thuluu’usysyamsi.
Waktu-waktu Sholat yaitu 5 : Awal waktu Zhuhur yaitu
 gelincirnya matahari dan akhirnya kembali bayang-banyang tiap-tiap sesuatu akan
 misalnya selain bayang-bayang istiwa , dan awal waktu Ashar yaitu apabila jadi
 bayang-bayang tiap-tiap sesuatu akan misalnya dan bertambah sedikit dan
 akhirnya terbenam matahari , dan awal waktu Maghrib yaitu terbenam matahari dan
 akhirnya terbenam syafaq merah , dan awal waktu ‘Isya yaitu terbenam syafaq
 merah
dan akhirnya terbit fajar shodiq , dan awal waktu Shubuh
 yaitu terbit fajar shodiq dan akhirnya terbit matahari .

Al-Asyfaaqu
 Tsalaatsatun : Ahmaru
 ,
 Wa
 Ashfaru
 ,
 Wa
 Abyadhu . Al-Ahmaru Maghribun Wal-Ashfaru Wal-Abyadhu ‘Isyaa-un . Wa YUndabu
 Ta’khiiru Sholaatil ‘Isyaa-i Ilaa An Yaghiibasysyafaqul Ashfaru Wal Abyadhu .


Syafaq-syafaq atau mega-mega yaitu 3 : Merah , dan Kuning
 dan Putih . Mega Merah yaitu Maghrib dan Mega Kuning dan Mega Putih yaitu ‘Isya
 . Dan
 disunahkan menta’khirkan Sholat ‘Isya hingga hilang Syafaq atau Mega Kuning dan
 Mega Putih .

Al-Asyfaaqu Tsalaatsatun : Ahmaru , Wa Ashfaru , Wa
 Abyadhu . Al-Ahmaru Maghribun Wal-Ashfaru Wal-Abyadhu ‘Isyaa-un . Wa YUndabu
 Ta’khiiru Sholaatil ‘Isyaa-i Ilaa An Yaghiibasysyafaqul Ashfaru Wal Abyadhu .
Syafaq-syafaq
 atau mega-mega yaitu 3 : Merah , dan Kuning dan Putih . Mega Merah yaitu
 Maghrib dan Mega Kuning dan Mega Putih yaitu ‘Isya . Dan disunahkan
 menta’khirkan Sholat ‘Isya hingga hilang Syafaq atau Mega Kuning dan Mega Putih
 .

Tahrumushsolaatu Allatii Laisa Lahaa Sababun Mutaqoddimun
 Walaa Muqoorinun Fii Khomsati Awqootin : ‘Inda Thuluu’isysyamsi Hattaa
 Tartafi’a Qodro Rumhin , Wa’indal Istiwaa’i Fii Ghoyri Yaumil Jumu’ati Hattaa
 Tazuula , Wa’indal Ishfiroori Hattaa Taghruba , Waba’da Sholaatishshubhi Hattaa
 Tathlu’asysyamsu , Waba’da Sholaatil ‘Ashri Hattaa Taghruba .

Haram sholat yang tidak ada baginya sebab yang terdahulu
 dan tidak juga bersamaan pada 5 waktu : Ketika terbit matahari sehingga naik
 sekedar satu tombak , dan ketika Istiwa pada selain hari Jum’at hingga
 tergelincir matahari , dan ketika Ishfiror hingga terbenam , dan setelah Sholat
 Shubuh hingga terbit matahari , dan setelah Sholat ‘Ashar hingga terbenam
 matahari .

Saktaatushsolaati Sittun : Baina Takbiirotil Ihroomi
 Wadu’aa-il Iftitaahi, Wabaina Du’aa-il Iftitaahi Watta’awwudzi ,
 Wabainatta’awwudzi Wal Faatihati , Wabaina Aakhiril Faatihati Wa Aamiina ,
 Wabaina Aamiina Wassuuroti , Wabainassuuroti Warrukuu’i .
Tempat diamnya sholat yaitu 6 : Antara Takbirotul Ihrom
 dan Do’a Iftitah , dan antara Do’a Iftitah dan bacaan Ta’awwudz , dan antara
 bacaan Ta’awwudz dan Fatihah , dan antara akhir Fatihah dan bacaan Amin , dan
 antara bacaan Amin dan Surat pendek , dan antara Surat pendek dan ruku’ .

Al-Arkaanu Allatii Tulzamu Fiihaththuma’niinatu Arba’atun
 : Arrukuu’u , Wali’tidaalu , Wassujuudu , Waljuluusu Bainassajdataini .
Rukun-rukun sholat yang wajib padanya Tuma’ninah yaitu 4 :
 Ruku , dan I’tidal , dan Sujud , dan duduk diantara dua sujud .
Ath-Thuma’niinatu Hiya Sukuunun Ba’da Harkatin Bihaitsu
 Yastaqirru Kullu ‘Udhwin Mahallahu Biqodri Subhaanalloohi .
Tuma’ninah yaitu diam setelah bergerak dengan sekira-kira
 diam tetap seluruh anggota pada tempatnya dengan sekedar bacaan Subhanalloh. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar